Sunday, 18 May 2014

PUISI RABAK AKU

takkan sekali dimaki
apatah lagi dihenyak caci
tidak

untuk yang berlaku kini
apa yang dirasa saat ini
jatuh bangun

terduduk..

malah ini takdir terindah
dari tuhan untuk diri
bersulam hikmah
yakin dengan itu

namun...

terlalu berperasaan
hingga menguasai
menghantui diri
sayu diulit pilu

rasa mengamuk bagai hulk terkadang wujud
dijolok mr.syaitan
makin membara
makin berapi
amarah

apa bisa diri laksana
entah terdaya
tak terucap bicara
lagi terluah
disimpan padu
jauh di lubuk dalam
bernama hati

indah sungguh potret bahagia mereka
sungguh indah
sejuk hati nurani
tanpa diolah
terserlah nikmat itu

hey! inilah hidupnya
itu mereka punya happiness
itu hak mereka
itu untuk mereka
itu tuju untuk mereka

dan aku sebagai

pemerhati.